Berita Terbaru
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong transformasi pengelolaan zakat di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, serta penguatan pengendalian dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan optimalisasi potensi zakat nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dalam Pra-Rakornas BAZNAS RI yang diselenggarakan secara daring, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia secara daring.
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengatakan, transformasi tersebut diperlukan karena pertumbuhan penghimpunan zakat dalam beberapa tahun terakhir belum sebanding dengan potensi zakat nasional yang dapat digali. Kondisi itu menjadi tantangan bagi BAZNAS untuk mempercepat penguatan ekosistem pengelolaan zakat.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, BAZNAS memfokuskan transformasi pada tiga agenda kritis, yakni transformasi human capital atau sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, dan penguatan pengendalian serta pengawasan," ujar Zainut.
Zainut mengatakan, sebagai langkah nyata ke depan, BAZNAS telah menyiapkan delapan agenda strategis, di antaranya penyusunan National Audit Competency Framework, ekspansi roadmap sertifikasi, pembangunan arsitektur data zakat nasional, penguatan SIMBA berbasis AI, hingga penegakan pedoman anti-fraud dan penguatan independensi audit di daerah.
Zainut mengatakan, hingga saat ini, sebanyak 3.822 amil telah dinyatakan kompeten melalui proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan amil dalam ekosistem zakat nasional.
"Kita harus melakukan pergeseran paradigma secara mendasar, dari yang sekadar certification oriented menjadi competence driven," ujarnya.
Lebih lanjut, Zainut mengatakan, selain SDM, transformasi digital menjadi agenda berikutnya. Kinerja digitalisasi BAZNAS menunjukkan tren positif dengan penghimpunan berbasis digital yang tumbuh hingga 398 kali lipat dalam tujuh tahun terakhir dan kini berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total penghimpunan nasional.
“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukanlah seberapa banyak aplikasi atau sistem yang kita buat, melainkan apakah keputusan kita menjadi lebih baik, apakah layanan kita menjadi lebih cepat, dan apakah transparansi serta dampaknya dapat terukur lebih jelas,” ujarnya.
Zainut menambahkan, saat ini, Satuan Audit Internal (SAI) baru mencakup 30 persen BAZNAS kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 BAZNAS daerah belum tersentuh audit Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai.
"Oleh karena itu, kita harus mengubah paradigma pengawasan dari watchdog menjadi strategic partner, dari perbaikan reaktif menjadi pencegahan preventif, dan dari sistem manual menuju pengawasan berbasis data," ucap Zainut.
Zainut mengatakan, seluruh program besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, beasiswa hingga rumah layak huni, hanya akan bisa berjalan optimal jika mesin organisasinya sehat.
"BAZNAS tidak boleh hanya menjadi organisasi yang semakin besar. BAZNAS harus menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, adaptif terhadap teknologi, memiliki tata kelola yang kuat, dan membawa dampak seluas-luasnya," ucapnya.
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS RI
Sekolah Cendekia BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional
Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali meraih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional dari Nyalanesia, platform penyelenggara program literasi terpadu, atas konsistensinya dalam menyukseskan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB).
Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi capaian SCB selama lima tahun berturut-turut. Prestasi ini tidak lepas dari keaktifan santri dan guru dalam menghasilkan beragam karya, mulai dari antologi puisi, cerita pendek, buku pengalaman, hingga karya ilmiah.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari pengembangan budaya literasi di lingkungan SCB.
“Bagi SCB, literasi tidak berhenti pada membaca, tetapi juga dilanjutkan dengan menulis dan menghasilkan karya. Inilah budaya belajar yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Menurut Idy, budaya literasi yang dibangun melalui kegiatan menulis memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, menuangkan gagasan, sekaligus menghasilkan karya yang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.
“Pencapaian ini menunjukkan bagaimana pengelolaan zakat yang tepat sasaran dapat mendukung lahirnya generasi penerima manfaat yang unggul, berdaya saing, dan kaya karya melalui penguatan literasi,” katanya.
Sebagai salah satu program pendidikan BAZNAS, SCB hingga 2025 telah membina 363 siswa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang unggul, produktif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
BERITA16/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalukan bantuan sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri.
“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman.
Menag Nasaruddin menilai, kebutuhan pesantren masih sangat besar sehingga diperlukan gotong royong antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat. Menag Nasaruddin berharap program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan ikhtiar BAZNAS untuk turut serta menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran santri bisa berjalan lebih optimal. Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana.
BERITA16/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Borong Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2026, yaitu TOP GRC Awards 2026 #4 Star serta predikat The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan bergengsi ini menjadi apresiasi atas keberhasilan BAZNAS menerapkan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) secara terintegrasi, sekaligus mempertegas rekam jejak konsisten BAZNAS yang terus meraih penghargaan ini sejak 2024.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., yang hadir menerima penghargaan tersebut, mengatakan capaian ini merupakan buah dari kerja keras para pimpinan, amil, dan relawan di seluruh tanah air sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga amanah pengelolaan dana umat.
“Alhamdulillah, capaian ini akan semakin memacu semangat bagi BAZNAS untuk kian memantapkan tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan demi menjaga kredibilitas lembaga di mata publik,” jelas Neyla Saida Anwar.
Dalam kesempatan tersebut, Neyla menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para muzaki, donatur, dan munfik yang senantiasa menaruh kepercayaan kepada BAZNAS dalam mengelola dana kebajikan demi kemaslahatan umat.
Ia menambahkan, apresiasi TOP GRC Awards membawa tanggung jawab moral untuk terus bertransformasi dan menjunjung tinggi transparansi dalam setiap program.
“Penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang jauh lebih baik ke depan,” tegas Neyla.
Ketua penyelenggara TOP GRC Awards dan Pemred Top Business, Moh. Lutfi Handayani, M.M., M.B.A., menyebut ajang penganugerahan TOP GRC Awards 2026 menjadi wadah pembelajaran serta evaluasi penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) bagi berbagai lembaga dan perusahaan di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Lutfi memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan yang konsisten menegakkan prinsip tata kelola organisasi secara berkelanjutan.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas GRC, sustainability, dan juga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kinerja perusahaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Turut hadir dalam penyerahan penghargaan tersebut Kepala Divisi Kepatuhan, Sistem, Prosedur dan Mutu BAZNAS RI Resti Vurwarin serta staf BAZNAS RI Miqdam Awwali Hashri.
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bantu Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) turut membantu proses pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan di wilayah perairan Selat Sunda.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan keterlibatan BAZNAS merupakan bagian dari respons kemanusiaan dalam mendukung proses pencarian dan pertolongan.
“BAZNAS terus berupaya hadir dalam situasi kedaruratan dan kemanusiaan. Dalam kondisi seperti ini, kami mendukung upaya pencarian dan pertolongan bersama unsur terkait agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Idy menegaskan, koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam setiap respons kebencanaan yang dilakukan BAZNAS.
“Dalam pelaksanaannya, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat di lapangan. Kami berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan optimal dan para jurnalis beserta awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya.
Pada Rabu (9/9/2026), BTB Banten melakukan asesmen lokasi serta berkoordinasi dengan Posko Operasi SAR Nasional, Polres Pandeglang, dan BPBD Pandeglang.
Tim BAZNAS juga bersinergi dengan SAR Provinsi Banten, Polda Banten, BPBD Pandeglang, dan Desk Relawan Banten dalam mendukung proses pencarian dan pertolongan.
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemdiktisaintek Buka Beasiswa bagi 200 Mahasiswa Asal Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI membuka Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 di 33 mitra kampus. Program ini diperuntukkan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2).
Program tersebut diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., di Gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pendidikan menjadi salah satu cara penting untuk menyiapkan generasi Palestina yang nantinya dapat berkontribusi bagi masa depan negaranya.
“Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan ikhtiar bersama untuk membantu generasi muda Palestina memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian. Karena itu, yang kami harapkan bukan sekadar lulusan, tetapi generasi yang memiliki ilmu dan karakter, sehingga nantinya dapat ikut membangun kembali masa depan bangsanya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. mengatakan, program ini merupakan hasil kerja sama Kemdiktisaintek dan BAZNAS untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.
"Apresiasi tentu setinggi-tingginya kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang diberikan untuk mendukung pembangunan sumbar daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan," kata Brian.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan skema baru bantuan BAZNAS untuk Palestina. Program ini dilatarbelakangi kondisi Palestina yang hingga kini masih sangat mengkhawatirkan, sehingga bantuan dalam bentuk pemulihan langsung belum dapat dilakukan secara optimal.
“Untuk itu, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang telah lulus S1 untuk melanjutkan S2 di Indonesia,” ujar Idy.
Idy mengatakan, BAZNAS telah mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina yang akan melanjutkan pendidikan S2 di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS meminta pendampingan Kemdiktisaintek untuk mencari dan menjaring mahasiswa Palestina, termasuk melalui mitra-mitra perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Idy, sumber penerima beasiswa nantinya juga dapat berasal dari mahasiswa Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan S1 di Indonesia. Salah satunya mahasiswa asal Palestina yang sebelumnya memperoleh beasiswa S1 dari Universitas Lampung (Unila), yang nantinya dapat melanjutkan pendidikan S2 melalui Beasiswa Palestina BAZNAS.
Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa akan mendapat dukungan biaya hidup, biaya praktikum dan buku, serta pembinaan selama menjalani studi.
Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat untuk pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
Turut hadir Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D.; Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS RI
Percayakan BAZNAS, Mandjha Ivan Gunawan Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Mandjha Ivan Gunawan sebesar Rp250 juta untuk membantu penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil penjualan produk Mandjha Ivan Gunawan yang sebagian keuntungannya dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Ivan Gunawan dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., di Jakarta International Convention Center, Jakarta.
Bagi Mandjha Ivan Gunawan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan aktivitas pembelian produk tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sebagian keuntungan dari setiap pembelian produk Mandjha, donasi secara berkelanjutan dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan sosial tersebut sebelumnya telah menyasar sejumlah kelompok dan wilayah yang membutuhkan bantuan, di antaranya masyarakat terdampak konflik di Palestina, guru honorer, serta korban banjir di Sumatera. Kali ini, kepedulian tersebut kembali diwujudkan melalui bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Dengan demikian, kontribusi yang diberikan tidak hanya berasal dari brand, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi konsumen Mandjha yang secara tidak langsung turut ambil bagian dalam setiap aksi sosial melalui pembelian produk.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengapresiasi kepercayaan Ivan Gunawan yang kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS RI.
"Terima kasih kepada Mandjha by Ivan Gunawan yang terus konsisten membersamai BAZNAS dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, termasuk di NTT. BAZNAS akan segera menyalurkan amanah ini kepada saudara-saudara kita di NTT," kata Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Rizaludin berharap kepedulian tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Figur public Indonesia sekaligus desainer Ivan Gunawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama melalui brand yang dikelolanya terhadap masyarakat terdampak gempa di NTT. Ia kembali mempercayakan penyaluran bantuan kepada BAZNAS RI agar dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat terdampak bencana.
"Hari ini saya jadikan momentum juga di mana saya bersama dengan brand-brand saya berniat untuk bisa ikut berdonasi untuk sahabat-sahabat kita yang ada di NTT. Dan seperti biasa, saya mempercayakan donasi saya kepada BAZNAS," ujar Ivan.
Ivan mengatakan bantuan Rp250 juta tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan sumur atau sumber air bersih di sejumlah titik yang membutuhkan, terutama wilayah yang banyak dihuni pengungsi.
"Saya tidak spesifik minta titiknya di mana, tetapi di titik-titik yang memang banyak pengungsinya. Saya titipkan tidak banyak, Rp250 juta, insyaallah bisa bermanfaat," jelas Ivan.
Lebih lanjut, Ivan mengatakan kepercayaannya kepada BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan tersebut tidak terlepas dari pengalaman kolaborasi yang telah dilakukan selama ini.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga, tetapi juga memiliki kepedulian untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS bukan hanya sekadar lembaga, tetapi juga punya hati yang luar biasa. Insyaallah, BAZNAS amanah dalam menerima dan menyalurkan apa pun yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan orang banyak," ujar Ivan.
Ia berharap fasilitas air bersih yang dibangun nantinya tidak hanya bermanfaat selama masa tanggap darurat, tetapi juga dapat digunakan masyarakat setelah kondisi bencana berakhir.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan mengapresiasi Ivan Gunawan dan para konsumen Mandjha yang turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut melalui pembelian produk.
"Setiap belanja di Mandjha, itu ada harapan buat saudara kita yang terkena musibah. Untuk bantuan ini selanjutnya BAZNAS akan segera mengeksekusi agar manfaatnya bisa diterima dan membantu menguatkan saudara kita di NTT," kata Fitriansyah.antuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil penjualan produk Mandjha Ivan Gunawan yang sebagian keuntungannya dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Ivan Gunawan dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., di Jakarta International Convention Center, Jakarta.
Bagi Mandjha Ivan Gunawan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan aktivitas pembelian produk tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sebagian keuntungan dari setiap pembelian produk Mandjha, donasi secara berkelanjutan dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan sosial tersebut sebelumnya telah menyasar sejumlah kelompok dan wilayah yang membutuhkan bantuan, di antaranya masyarakat terdampak konflik di Palestina, guru honorer, serta korban banjir di Sumatera. Kali ini, kepedulian tersebut kembali diwujudkan melalui bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Dengan demikian, kontribusi yang diberikan tidak hanya berasal dari brand, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi konsumen Mandjha yang secara tidak langsung turut ambil bagian dalam setiap aksi sosial melalui pembelian produk.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengapresiasi kepercayaan Ivan Gunawan yang kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS RI.
"Terima kasih kepada Mandjha by Ivan Gunawan yang terus konsisten membersamai BAZNAS dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, termasuk di NTT. BAZNAS akan segera menyalurkan amanah ini kepada saudara-saudara kita di NTT," kata Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Rizaludin berharap kepedulian tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Figur public Indonesia sekaligus desainer Ivan Gunawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama melalui brand yang dikelolanya terhadap masyarakat terdampak gempa di NTT. Ia kembali mempercayakan penyaluran bantuan kepada BAZNAS RI agar dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat terdampak bencana.
"Hari ini saya jadikan momentum juga di mana saya bersama dengan brand-brand saya berniat untuk bisa ikut berdonasi untuk sahabat-sahabat kita yang ada di NTT. Dan seperti biasa, saya mempercayakan donasi saya kepada BAZNAS," ujar Ivan.
Ivan mengatakan bantuan Rp250 juta tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan sumur atau sumber air bersih di sejumlah titik yang membutuhkan, terutama wilayah yang banyak dihuni pengungsi.
"Saya tidak spesifik minta titiknya di mana, tetapi di titik-titik yang memang banyak pengungsinya. Saya titipkan tidak banyak, Rp250 juta, insyaallah bisa bermanfaat," jelas Ivan.
Lebih lanjut, Ivan mengatakan kepercayaannya kepada BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan tersebut tidak terlepas dari pengalaman kolaborasi yang telah dilakukan selama ini.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga, tetapi juga memiliki kepedulian untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS bukan hanya sekadar lembaga, tetapi juga punya hati yang luar biasa. Insyaallah, BAZNAS amanah dalam menerima dan menyalurkan apa pun yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan orang banyak," ujar Ivan.
Ia berharap fasilitas air bersih yang dibangun nantinya tidak hanya bermanfaat selama masa tanggap darurat, tetapi juga dapat digunakan masyarakat setelah kondisi bencana berakhir.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan mengapresiasi Ivan Gunawan dan para konsumen Mandjha yang turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut melalui pembelian produk.
"Setiap belanja di Mandjha, itu ada harapan buat saudara kita yang terkena musibah. Untuk bantuan ini selanjutnya BAZNAS akan segera mengeksekusi agar manfaatnya bisa diterima dan membantu menguatkan saudara kita di NTT," kata Fitriansyah.
BERITA30/08/2026 | Humas BAZNAS RI
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Buka Pengukuran IZN dan KDZ 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi membuka Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026 guna memperkuat sinergi serta tata kelola zakat nasional yang dilaksanakan secara daring, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI ini menjadi momentum penting untuk membangun manajemen zakat berbasis riset yang terukur dan profesional.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, penguatan bidang riset, kajian, dan inovasi menjadi salah satu fokus utama dalam Roadmap Pengurus BAZNAS RI 2026–2031 yang sejauh ini telah terealisasi dan berjalan dengan sangat baik.
"Bagian dari kinerja yang modern, yang profesional itu antara lain adalah memiliki ukuran-ukuran, memiliki instrumen-instrumen, dan melakukan evaluasi dari dampak yang kita kerjakan," jelas Sodik Mudjahid saat membuka acara.
Sodik mengatakan, melalui integrasi data yang solid dan terukur, BAZNAS berkomitmen memastikan seluruh program pendistribusian serta pemberdayaan zakat berjalan secara melembaga, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sodik menyebut penguatan tata kelola data zakat ini menegaskan komitmen BAZNAS yang tidak hanya bergerak pada pilar sosial syariah, melainkan juga berkontribusi aktif dalam keuangan syariah, industri halal, hingga literasi halal guna mendorong kinerja amil yang lebih profesional dalam mengemban misi besar membangun ekonomi syariah nasional.
"Indeks Zakat Nasional dan Kajian Dampak Zakat adalah sebuah instrumen modern untuk melihat hasil kinerja kita, baik secara mikro dalam mengentaskan kemiskinan maupun secara makro dalam menumbuhkembangkan ekonomi syariah," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E. menegaskan Pengukuran Indeks Zakat Nasional dan Kajian Dampak Zakat 2026 berfungsi sebagai alat diagnosis strategis untuk mengevaluasi kekuatan serta kelemahan pengelolaan zakat secara nasional.
Menurutnya, kehadiran instrumen pengukuran berbasis riset ini terbukti nyata membantu melepaskan lebih dari 300 ribu jiwa dari jerat kemiskinan melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pengelolaan zakat itu bukan hanya sekedar seberapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi seberapa banyak kehidupan yang berhasil kita ubah menjadi lebih baik," kata Syarifuddin.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D. yang hadir sebagai narasumber dalam sesi Sosialisasi dan Pengisian Survei IZN dan KDZ Tahun 2026 menyebut pengukuran Indeks Zakat Nasional Tahun 2026 resmi menerapkan IZN Versi 3 sebagai evolusi penyempurnaan instrumen riset yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pengelolaan zakat nasional saat ini.
Penerapan IZN Versi 3 ini diproyeksikan menjadi penggerak utama (data-driven) dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) BAZNAS periode 2026–2031 agar penetapan target serta kebijakan perzakatan nasional memiliki pijakan data riset yang presisi.
"IZN merupakan instrumen utama yang menjadi data-driven-nya Renstra BAZNAS selama lima tahun yang akan datang," ujar Hasbi Zaenal.
Hadir menyampaikan materi dengan tema Sosialisasi Dashboard IZN, Peneliti Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan BAZNAS RI Indah Hurun Hayana, S.E. mengungkapkan kolaborasi berbasis satu data ini memungkinkan BAZNAS dan pemda menyelaraskan target pengentasan kemiskinan di daerah secara lebih presisi.
Dalam dialog interaktif dengan peserta agenda tersebut, ia mengatakan pengintegrasian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) menjadi jembatan strategis untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah.
"Melalui IZN ini sebetulnya nanti akan bisa banyak kolaborasi-kolaborasi karena harapannya memang ini menjadi jembatan antara kolaborasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS kepada pemerintah daerah," jelas Indah.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas Rosy Wediawaty, S.E., M.Sc., M.S.E., Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS Dr. Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H., M.A., Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat, M.B.A., Ph.D., serta para perwakilan Pemda, KDEKS, pimpinan BAZNAS, dan Direktur LAZ dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
BERITA29/08/2026 | Humas BAZNAS RI
Ketua BAZNAS RI: Zayed Award 2027 Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Zakat
Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menilai ajang penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2027 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia sekaligus memperluas pengakuan dunia terhadap kontribusi filantropi Islam Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam silaturahmi dan Diskusi (Mini Workshop) Zayed Award for Human Fraternity yang digelar di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang dan strategi memperkuat gerakan filantropi Islam Indonesia untuk berkontribusi lebih luas di tingkat global.
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid M.Sc., Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, MA., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM., Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, beserta jajaran PP Muhammadiyah, BAZNAS, POROZ, serta FOZ.
Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pengusulan Indonesia dalam ajang tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antarlembaga zakat dan menampilkan kontribusi nyata gerakan filantropi Islam di tingkat global.
"Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. BAZNAS siap mendukung penuh pengusulan ini, baik secara kelembagaan inklusif yang menaungi seluruh gerakan amil zakat maupun melalui pembuktian kontribusi nyata filantropi nasional bagi pembangunan manusia," kata Sodik.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, MA., Ph.D., mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menampilkan profil diplomasi kemanusiaan yang relevan di tingkat global. Hal ini menyusul capaian positif Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang meraih penghargaan tersebut pada 2023.
Menurut Hilman, ekosistem filantropi Islam di tanah air memuat nilai-nilai inklusivitas dan inovasi penanganan isu kemanusiaan yang sangat relevan dengan kriteria tim penilai global.
"Kita memiliki keunggulan pada aspek mainstreaming zakat yang melibatkan sinergi antara regulasi pemerintah dan gerakan masyarakat sipil. Narasi kolaborasi besar ini baik dalam respons bencana, penanggulangan kemiskinan, hingga keberlanjutan menjadi poin diferensiasi yang sangat kuat," ujar Hilman.
Ia mengatakan, pengalaman Indonesia dalam mengelola filantropi Islam perlu ditampilkan sebagai kekuatan bersama. Hal itu sekaligus menjadi pembeda dari pencapaian Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang sebelumnya meraih Zayed Award for Human Fraternity pada 2023.
"Indonesia harus membuktikan bahwa selain dua ormas tersebut, ekosistem perzakatannya juga sangat layak mendapat pengakuan dunia," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana menyoroti keunggulan filantropi Indonesia terletak pada kemampuan lembaga-lembaga zakat berkolaborasi dalam menangani persoalan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana yang tetap solid di tengah heterogenitas masyarakat.
"Kunci utamanya terletak pada pembeda yang kuat dan khas Indonesia. Kita punya keunggulan modal kolaborasi di tengah keberagaman lembaga, resiliensi dan militansi amil saat menangani bencana di Ring of Fire, program pemberdayaan kemiskinan yang berdampak luas, serta transformasi tata kelola dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional," ujar Wildhan.
Ia menambahkan, berbagai pengalaman tersebut perlu dirangkai menjadi satu narasi bersama yang menunjukkan kontribusi nyata filantropi Islam Indonesia.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS RI
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Perkuat SDM hingga Inovasi Pengumpulan ZIS Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) hingga inovasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah nasional dalam forum Pra-Rakornas Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi secara daring yang diikuti seluruh pimpinan BAZNAS daerah pada Kamis (20/8/2026).
Penguatan tata kelola zakat nasional tersebut berfokus pada lima pilar utama penyempurnaan, mulai dari peningkatan SDM, perluasan kolaborasi, penciptaan terobosan inovasi, pemaksimalan mobilisasi dana melalui lima direktorat, hingga penunaian amanah melalui pendistribusian dan pemberdayaan.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya eksekusi langkah-langkah strategis pembenahan lembaga demi memaksimalkan kinerja pengelolaan dana ZIS di seluruh Indonesia.
"Jadi kita evaluasi capaian semester 1 2026, kemudian atas dasar evaluasi itu, kita melakukan langkah-langkah penyempurnaan," jelas Sodik Mudjahid saat memberikan arahan evaluasi kinerja lembaga kepada seluruh peserta rapat koordinasi.
Lebih lanjut, ia menambahkan seluruh capaian kinerja pengumpulan hingga pendistribusian selama semester pertama harus dievaluasi secara terukur sebagai pedoman pelaksanaan Program Strategis BAZNAS 2026–2031 pada paruh kedua tahun ini.
"Penting hari ini yang terus menggelar acara-acara persiapan Rakornas agar nanti efektif, dan khusus tema hari ini adalah kita melakukan evaluasi, agar kita tahu persis posisi kita saat ini untuk melangkah kepada sisa waktu kita semester kedua tahun 2026 ini," ujar Sodik.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan forum konsolidasi daring yang diikuti 565 pimpinan BAZNAS daerah ini diselenggarakan sebagai persiapan teknis menuju Rakornas BAZNAS mendatang di Jakarta pada 6–9 Oktober 2026.
Saidah turut memaparkan rekam jejak keberhasilan program pemberdayaan BAZNAS dalam menekan angka kemiskinan nasional berbasis data capaian historis tahun sebelumnya.
"Dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita pada tahun lalu sudah bisa mengentaskan 302.994 mustahik atau naik 5,84 persen year-on-year, di antaranya 131.952 jiwa dari miskin ekstrem serta berhasil mengubah status 15.649 orang dari mustahik menjadi muzaki," ungkap Saidah.
BERITA20/08/2026 | Humas BAZNAS RI
HUT ke-81 RI, BAZNAS RI Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
?Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK.
“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo untuk mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.
BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT.
“Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid.
Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak.
BERITA17/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Tasikmalaya
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas.
"Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik.
Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
"BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik
"Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas.
BERITA16/08/2026 | Humas BAZNAS RI
Bersama UPZ, BAZNAS Wujudkan Pengelolaan ZIS Menuju Jabar Istimewa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Jawa Barat berkomitmen mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang berdampak menuju Jawa Barat Istimewa melalui gelaran Rapat Koordinasi Tahun 2026 di Graha Pos Indonesia, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).
Langkah kolaboratif ini menjadi sangat krusial mengingat Provinsi Jawa Barat memiliki potensi zakat mencapai Rp30,69 triliun, di tengah kondisi 3,55 juta jiwa atau 6,78 persen penduduknya yang masih berada dalam kategori miskin.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengapresiasi inisiatif BAZNAS Jawa Barat menyelenggarakan rapat koordinasi guna menyelaraskan strategi pengelolaan dana umat di provinsi pemilik UPZ terbanyak itu.
"Oleh karena itu, kami apresiasi yang setinggi-tingginya Pak Ketua dan seluruh jajarannya yang sudah menggelar acara Koordinasi UPZ untuk menggali potensi dan mewujudkannya menjadi nyata demi kemaslahatan umat," jelas Sodik Mudjahid.
Menurutnya, Jawa Barat terus menunjukkan peran kepemimpinan yang kuat dalam ekosistem zakat nasional dengan menjadi salah satu provinsi yang mencatatkan jumlah pembentukan Unit Pengumpul Zakat terbanyak.
Adapun dari total 111.924 UPZ yang terbentuk secara nasional, BAZNAS Provinsi Jawa Barat sendiri tercatat telah mendirikan 52 UPZ aktif yang didominasi oleh sektor yayasan serta perguruan tinggi.
"Antar UPZ kita kolaborasi, UPZ dengan LAZ kolaborasi, UPZ dengan BAZNAS kolaborasi, tidak ada yang berat jika kita melaksanakan kerja sama dan semua menjadi berat ketika bekerja sendiri-sendiri," tutur Sodik.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Barat Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd. menyoroti peran strategis Unit Pengumpul Zakat di tingkat perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan pendidikan.
Anang Jauharuddin menegaskan kehadiran lembaga pengumpul zakat di kampus harus memberikan dampak konkret dan tidak sekadar formalitas administrasi semata, terutama untuk para mustahik di wilayah kampus.
"Diharapkan UPZ di perguruan tinggi di antaranya untuk menanggulangi teman-teman mahasiswa yang memang ada kendala dalam soal pembiayaan," ujar Anang.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Setda Pemprov Jawa Barat Drs. H. Asep Sukmana, M.Si. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor bersama BAZNAS untuk menggali potensi zakat sebesar Rp30 triliun guna mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut.
Menurutnya, pengelolaan dana umat yang optimal akan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pendidikan di Jawa Barat.
"Ini kan potensi zakat juga potensi yang tentunya juga bisa berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat," kata Asep.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat H. Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat Zaki Hilmi, M.H., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadhan, M.T., serta Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Ajak Umat Pererat Persatuan Melalui Gerakan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah.
Pesan kebangsaan ini mengemuka dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam pesannya menegaskan bahwa zakat memiliki peran ganda yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata,” tegasnya.
Sodik menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong melalui gerakan zakat sebagai ikhtiar bersama mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut mengapresiasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga filantropi di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan filantropi dan zakat nasional terus menunjukkan perkembangan positif.
“Bapak, Ibu sekalian, pengelolaan keuangan sosial keagamaan terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik,” tuturnya.
"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah ini digelar dalam rangka meneguhkan rasa syukur atas HUT ke-81 Republik Indonesia. Rangkaian acara diisi dengan salat magrib berjamaah, pembacaan selawat diiringi hadrah, zikir bersama, hingga doa untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Indonesia.
BERITA02/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama Kemnaker Beri Pelatihan dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas di Boyolali
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai upaya memperluas akses kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Peluncuran Program tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, bersama Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D, Bupati Boyolali Agus Irawan, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, MA., dan para penerima manfaat program, di Kantor Bupati Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus berpihak kepada penyandang disabilitas agar dapat memperoleh hak dan kesempatan yang setara, termasuk dalam mengakses pelatihan serta kesempatan kerja yang layak.
"Keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas menjadi faktor utama yang memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas. Inilah yang BAZNAS dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas," ujarnya.
Mokhamad Mahdum menilai, program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan nondiskriminatif.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk kemaslahatan umat, termasuk memberikan perhatian kepada kelompok penyandang disabilitas.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. menilai kolaborasi dengan BAZNAS RI memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat mengembangkan keterampilan dan terserap di dunia kerja.
"Ini adalah inisiatif yang luar biasa. Ada satu amanat konstitusi yang ingin dan harus kita perjuangkan, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami ke sini. Jadi, Boyolali menjadi salah satu titik yang menurut saya memiliki potensi untuk mendapatkan bantuan dari BAZNAS," ujar Yassierli
"Dengan adanya pelatihan ini, saya yakin program ini harus dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini adalah upaya kita untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan atas pelaksanaan program di Kabupaten Boyolali.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan atas perhatian kepada masyarakat Boyolali. Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi dukungan bagi upaya daerah dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
"Kami juga terus mendorong terciptanya Kabupaten Boyolali sebagai daerah yang inklusif dengan memberikan peluang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan dan akses terhadap dunia kerja," ujar Agus.
Dalam program tersebut, BAZNAS RI memberikan bantuan sebesar Rp250 juta kepada 25 penerima manfaat. Bantuan itu mendukung pelaksanaan program yang mencakup pelatihan keterampilan kerja, pendampingan intensif, hingga fasilitasi akses penempatan kerja yang disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing penerima manfaat serta kebutuhan dunia usaha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Boyolali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, para kepala perangkat daerah Kabupaten Boyolali, serta kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan se-Solo Raya.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih nilai Top Brand Index tertinggi sebesar 43 persen sekaligus mempertahankan penghargaan Top Brand Award 2026 kategori zakat dan charity untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2022.
Penghargaan prestisius yang menegaskan posisi BAZNAS RI sebagai lembaga pengelola zakat tepercaya tersebut diserahkan langsung pada malam apresiasi di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, yang hadir menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pimpinan, amil, hingga relawan BAZNAS di seluruh Indonesia.
"Tentu ini adalah berkah rahmat Allah atas ikhtiar, kerja keras, harapan dan doa seluruh amilin, amilat , para relawan, dan tentunya para pimpinan BAZNAS yang telah bahu-membahu melakukan ikhtiar nyata, menjadikan zakat berdampak bukan hanya di dunia saja, tetapi juga insya Allah berdampak di akhirat untuk para donaturnya," jelas Rizaludin usai acara penghargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin memberikan apresiasi kepada para muzaki, donatur, dan munfik yang telah mengamanahkan dana kebajikan mereka untuk disalurkan secara berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mustahik yang terus berjuang meningkatkan taraf hidupnya, serta para mitra strategis yang konsisten berkolaborasi demi menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.
"Jadi ini sebuah kebanggaan karena masyarakat Indonesia memilih BAZNAS sebagai Top Brand untuk menyalurkan zakat dan amalnya," tuturnya.
Sementara itu, CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D., memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS RI yang berhasil mempertahankan penghargaan Top Brand Award untuk kelima kalinya.
Capaian berkelanjutan tersebut dinilai membuktikan bahwa kanal crowdfunding milik BAZNAS sangat populer serta memiliki basis loyalitas publik yang amat besar.
"Harapan saya tentunya penghargaan ini terus memicu motivasi, inspirasi seluruh manajemen untuk kerja keras dan kerja cerdas untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, sekaligus juga meningkatkan relasi dengan semua pelanggannya agar terus-menerus BAZNAS mampu mempertahankan Top Brand di masa-masa mendatang," ujar Handi Irawan D.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Kolaborasi BAZNAS-MUI Digital Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi bersama Media Digital Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meningkatkan literasi zakat masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal ini dibahas dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI bertema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk Membangun Umat di Era Digital” yang diselenggarakan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan kemitraan ini menjadi pijakan krusial untuk mentransformasi cara masyarakat memahami zakat di tengah melesatnya era inovasi digital dan kecerdasan buatan.
"Kolaborasi strategis antara BAZNAS RI dan Media Digital MUI ini sangat penting untuk memperkuat literasi zakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kerja sama kedua lembaga ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni peningkatan literasi zakat (Zakat Dipahami), publikasi program zakat (Zakat Dirasakan), dan mainstreaming isu aktual zakat (zakat dibucarakan).
Melalui sinergi ini, BAZNAS RI dan Media Digital MUI berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat nasional sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan umat.
"Sinergi ini kami harapkan mampu menghadirkan edukasi zakat yang jauh lebih luas, adaptif, serta mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di era modern," katanya.
Agenda workshop ini diisi oleh beberapa pembicara, antara lain Ketua MUI Bidang Infokomdigi K.H. Masduki Baidlowi, M.Si., Wasekjen Bidang Infokomdigi Dr. H. Asrori S. Karni, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Bidang Riset Digital Ismail Fahmi, Ph.D., Wakil Ketua Komdigi MUI H. Muis Sobri, M.Kom., Sekretaris Komisi Infokomdigi H.M. Alvin Nur Choironi, M.A., serta Wakil Sekretaris Bidang Media Sosial Muhyiddin Hamis Setiawan, M.I.Kom.
BERITA29/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama petani binaan, melalui Program Lumbung Pangan sukses menggelar Panen Raya 150 Ton Padi di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Rabu (22/7/2026).
Total produksi Gabah Kering Panen (GKP) tersebut dihasilkan dari luas lahan 32 hektare yang dikelola secara berkelanjutan oleh 52 petani dari tiga kelompok tani setempat yang selama ini dibina BAZNAS.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS mengarahkan pemanfaatan dana zakat secara maksimal guna melepaskan petani lokal dari jerat kemiskinan sekaligus memperkuat kedaulatan pangan warga Kabupaten Batu Bara.
"Program Lumbung Pangan BAZNAS ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan para petani binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Daerah Kabupaten Batu Bara," jelas Sodik Mudjahid yang menghadiri agenda tersebut.
Ia menambahkan, secara akumulatif program BAZNAS di Batu Bara ini mencakup pemberdayaan 258 petani di atas lahan seluas 180,3 hektare dengan varietas adaptif Sebatu, Serang, MR, Sedayu, hingga Proton, yang berpotensi menghasilkan 1.082 ton GKP per musim panen dengan nilai ekonomi mencapai Rp7,3 miliar.
Secara nasional, Program Lumbung Pangan BAZNAS disebut Sodik telah berkembang signifikan sejak 2018 dengan menjangkau 21 lokasi di 11 provinsi serta mengucurkan bantuan sebesar Rp10 miliar kepada 1.629 jiwa mustahik.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan Program Lumbung Pangan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 13 program prioritas BAZNAS periode 2026 hingga 2031 yang berfokus pada pendampingan teknis, penyediaan teknologi, hingga akses pasar.
"Kebermanfaatan dan keberhasilan program pertanian di Kabupaten Batu Bara ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemkab Batu Bara, akademisi, ulama, hingga komunitas penerima manfaat itu sendiri," ujar Sodik.
Sementara itu, Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan sektor pertanian lokal dengan menyiapkan sekitar 86 hektare lahan demplot tanaman padi modern.
Langkah penguatan sektor pertanian ini juga sejalan dengan komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau kita punya ketahanan pangan yang luar biasa, maka kita tidak akan pernah goyah," ujar Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara, H. Jum'ah Hadirsyah, S.Pd.I., menyebut BAZNAS secara konsisten memperkuat program pemberdayaan ekonomi berbasis petani binaan melalui alokasi dana zakat, infak, dan sedekah sejak tahun 2018.
Upaya penguatan sektor pertanian ini turut diperkuat oleh sinergi bersama BAZNAS RI yang mengucurkan bantuan dana sebesar Rp373 juta untuk tiga kelompok tani di Desa Kwala Gunung.
"Pencapaian perekonomian umat adalah PR kita bersama. Maka dari ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan dukungan kegiatan ini menjadi titik awal untuk kebangkitan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat," tutur Jum'ah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.A.P., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Utara Prof. Dr. H. Muhammad Hatta beserta jajaran, Ketua DPRD Batu Bara M. Syafi'i, S.H., Kakan Kemenag Batu Bara Agus Priadi, S.Ag., M.Si., Kapolres Batu Bara AKBP Donny Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., Dandim Letkol Inf. Edi Syahputra, S.H., M.I.P., Danlanal Letkol Laut Sigit Ryanto, CTMP., CRMP., M.Tr.Opsla., Kajari Batu Bara Syahrir Jasman, S.H., M.H., serta jajaran OPD, Forkopimda Batu Bara, para muzaki, donatur, dan penerima manfaat.
BERITA22/07/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Perkuat Kolaborasi Nasional Bangun Ekosistem Fundraiser Zakat yang Profesional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi nasional dalam membangun ekosistem fundraiser zakat yang profesional melalui penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum (BFF).
Forum yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026), tersebut menjadi wadah menyatukan visi BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk meningkatkan kapasitas amil, memperkuat tata kelola penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta mendorong pengelolaan zakat yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kepercayaan publik. Kegiatan tersebut juga diselenggarakan secara daring melalui siaran langsung YouTube BAZNAS TV.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Ketua Yayasan Daarut Tauhid Ir. Bascharul Asana, MBA., serta diikuti oleh amil zakat dari LAZ dan BAZNAS se-Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan, dalam pengelolaan ZIS para amil perlu meninggalkan pendekatan penghimpunan yang mengandalkan belas kasihan dan beralih pada strategi yang berbasis keilmuan, kemudahan, serta transparansi.
Menurutnya, praktik penghimpunan yang mengeksploitasi kesusahan tidak sejalan dengan misi dakwah zakat. Sebaliknya, lembaga zakat harus membangun pendekatan yang profesional agar masyarakat terdorong menunaikan zakat karena memahami manfaatnya dan merasakan kebahagiaan dalam berbagi.
“Zakat itu harus dibuat jelas, menarik, dan mudah. Alur ini tidak boleh dibalik. Kita tidak bisa sekadar memaksa atau memelas terlebih dahulu dengan mengatasnamakan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Rizaludin.
Ia menegaskan, fundraising merupakan profesi yang memiliki landasan keilmuan, etika, kompetensi, serta standar praktik yang jelas. Karena itu, strategi penghimpunan dana ZIS harus disusun berdasarkan pendekatan yang terukur, bukan sekadar mengandalkan empati sesaat.
“Kita harus menggunakan ilmu, jangan sekadar mengira-ngira atau mengandalkan belas kasihan dengan cara menjual ‘air mata’ atau kesusahan orang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, terdapat dua pendekatan utama dalam penghimpunan zakat di Indonesia, yakni pendekatan regulasi (by law) yang didukung kebijakan pemerintah serta pendekatan pemasaran (by marketing) melalui kampanye kreatif dan pelayanan kepada muzaki.
“Di BAZNAS RI pusat, kita mencoba mengombinasikan kedua hal tersebut agar para pembayar zakat mendapatkan pelayanan, pengalaman, dan perubahan spiritual yang transformatif di dalam dirinya,” jelasnya.
Rizaludin menambahkan, sebagai lembaga filantropi, membangun kepercayaan publik dan memperkuat profesionalisme amil merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat.
“Melalui BAZNAS Fundraising Forum, kami ingin menyatukan visi lembaga zakat agar tidak hanya menampilkan kisah sukses mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai dampak zakat terhadap peningkatan kualitas hidup para muzaki sehingga mampu menghadirkan ketenangan (sakinah), penyucian jiwa (tazkiyah), dan ketakwaan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., memaparkan sejumlah strategi untuk memperkuat pengelolaan ZIS, antara lain melalui peningkatan literasi zakat, penguatan kepercayaan masyarakat, optimalisasi pemetaan potensi zakat, serta digitalisasi penghimpunan.
Selain itu, menurutnya, diperlukan perluasan kolaborasi dengan pemerintah, ulama, dan berbagai lembaga, peningkatan jumlah serta kapasitas amil profesional, sosialisasi dampak program zakat, hingga penguatan sinergi antarlembaga filantropi.
“Selain itu, diperlukan juga perluasan kolaborasi dengan pemerintah, ulama, dan berbagai lembaga, peningkatan jumlah dan kapasitas amil profesional, sosialisasi dampak program zakat, serta kolaborasi antarlembaga filantropi,” ujar Idy.
Pada kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Daarut Tauhid Peduli, KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, memaparkan konsep dakwah zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan lembaga pengelola zakat dalam membangun kepercayaan publik bergantung pada empat aspek utama, yakni layanan yang jelas, menarik, mudah diakses, dan mampu memberikan kepuasan kepada muzaki.
“Kita harus membuat muzaki yang berzakat itu memahami bahwa zakatnya benar-benar sampai kepada yang berhak. Sesuatu yang jelas, menarik, mudah prosedurnya, dan memuaskan akan mendatangkan komitmen, menjadi kebiasaan yang baik, serta bisa menular kepada yang lain,” ujar Aa Gym.
Turut hadir Ketua Tim Kerja Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Hj. Andayani, S.E., M.M., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman, S.E., CEO Rumah Zakat Indonesia H. Irvan Nugraha, S.H., M.M., beserta jajaran LAZ dan BAZNAS dari seluruh Indonesia.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS Kelola Zakat, Percepat Entaskan Kemiskinan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Abidin Fikri, S.H., M.H., mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam mengelola dan menyalurkan zakat dengan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya usai membacakan hasil rekomendasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BAZNAS RI dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung Nusantara II DPR RI, Komplek Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2025).
Dalam RDP tersebut dihadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., beserta jajaran.
"DPR mencermati bahwa kerja BAZNAS selama ini sudah luar biasa dalam rangka menyalurkan zakat dari umat Islam. Sungguh menggembirakan bahwa penyaluran tersebut tepat sasaran dan banyak membantu masyarakat," ujar Abidin.
Ia mengatakan, berbagai program yang dijalankan BAZNAS telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program tersebut antaranya, mulai dari beasiswa pendidikan, penanganan bencana, pembangunan rumah tidak layak huni, hingga kesehatan.
Menurut Abidin, berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat. Karena itu, ia berharap peran BAZNAS dapat terus diperkuat melalui dukungan regulasi yang memadai.
"Kami berharap dengan adanya revisi undang-undang nanti, BAZNAS akan mendapatkan kewenangan yang lebih mumpuni, didukung dengan manajemen yang sangat baik. Dengan demikian, BAZNAS dapat bekerja lebih optimal di seluruh Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Abidin mengatakan, Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penguatan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung optimalisasi pengelolaan zakat di Indonesia.
"Zakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Muslim. Kita harus saling menguatkan, dan tentu karena Indonesia adalah negara Republik Indonesia, upaya ini perlu didukung dengan regulasi yang memadai," kata Abidin.
"Apabila pengaturan memberikan otoritas yang lebih kuat kepada lembaga melalui regulasi yang dibuat pemerintah dan DPR, saya kira hal itu akan lebih memaksimalkan peran BAZNAS dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. m, mengatakan setelah Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI, BAZNAS RI akan terus melakukan evaluasi perbaikan agar pengelolaan zakat ke depan lebih efektif dan efisien.
"Kami sepakat untuk meningkatkan komunikasi, meningkatkan kinerja, meningkatkan kolaborasi, dan juga meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui digitalisasi serta berbagai inovasi lainnya," katanya.
Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR RI atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Menurutnya, dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan program-program prioritas BAZNAS berjalan optimal dan selaras dengan program-program prioritas Presiden.
"Intinya adalah delapan program strategis dan 13 program prioritas. Semua itu hanya akan terwujud apabila kami mendapatkan dukungan dan pengawasan, terutama dari DPR RI," ujar Sodik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM.,
Selain itu, hadir pula Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI Subhan Cholid, Lc., M.A.
BERITA23/06/2026 | Humas BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →