Berita Terbaru
Silaturahmi BAZNAS RI dan Dubes Qatar Perkuat Sinergi Kemanusiaan Global
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Qatar untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi kelembagaan, tetapi juga bagian dari upaya mempererat silaturahmi strategis antara BAZNAS RI dengan Pemerintah Qatar.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua belah pihak menegaskan pentingnya memperkuat hubungan persahabatan serta menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di bidang kemanusiaan dan pemberdayaan umat. Silaturahmi ini juga secara khusus membahas dinamika dan tantangan ekonomi keumatan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini.
Ketua BAZNAS RI menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Kedutaan Besar Qatar, sekaligus menekankan bahwa kolaborasi antarnegara menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk pengentasan kemiskinan dan penanganan krisis global. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga memaparkan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan umat yang selama ini telah dijalankan, yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat.
Penjelasan program merupakan komitmen dan pertanggungjawaban BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat nasional yang profesional, transparan, dan berdampak.
Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS RI, Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI Dr. M. Hasbi Zaenal, Kepala Biro Koordinasi, Kerja Sama, dan Harmonisasi BAZNAS RI Khuzaifah Hanum, Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Luar Negeri M. Faris Amiruddin, serta staf/relation officer Divisi Pengumpulan Zakat Luar Negeri Rendy.
Sementara itu, dari pihak Kedutaan Besar Qatar hadir Duta Besar Qatar untuk Indonesia H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, didampingi oleh Mr. Talab Ali H.A. Al-Marri selaku Second Secretary.
Audiensi ini membahas sejumlah potensi kerja sama strategis, di antaranya penguatan pengelolaan zakat lintas negara, dukungan terhadap program-program kemanusiaan global, serta peluang kolaborasi dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah, termasuk kawasan terdampak konflik dan bencana.
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, BAZNAS RI dan Pemerintah Qatar sepakat untuk terus memperkuat silaturahmi dan komunikasi kelembagaan sebagai fondasi dalam membangun kerja sama jangka panjang, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan penguatan solidaritas umat di tingkat global.
Diharapkan melalui sinergi ini, hubungan antara BAZNAS RI dan Pemerintah Qatar dapat semakin erat, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat di kancah internasional.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS RI
Pererat Kemitraan, BAZNAS RI dan Kedubes Türkiye Jajaki Kerja Sama Strategis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Duta Besar Republik Türkiye untuk Indonesia di Kedutaan Besar Türkiye, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan kesiapan BAZNAS untuk menjalin kerja sama melalui delapan program strategis yang telah disiapkan. Ia menegaskan, hubungan antara BAZNAS RI dan pihak Türkiye selama ini telah terjalin sangat erat, baik melalui Kedutaan Besar, lembaga pemerintah, maupun yayasan, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial.
“Kerja sama antara BAZNAS RI dan pihak Türkiye telah berjalan sangat erat, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial,” ujar Sodik.
Sodik menambahkan, rekam jejak kemitraan tersebut telah melahirkan berbagai program konkret, di antaranya penghargaan kepada Turkish Cooperation and Coordination Agency (T?KA) sebagai Best International Corporate Partner pada ajang BAZNAS Awards 2025 atas kontribusinya dalam mendukung program pengembangan ekonomi.
Selain itu, Sodik menambahkan, kerja sama pemberdayaan ekonomi juga telah dijajaki bersama T?KA oleh BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, di antaranya melalui pengembangan program Kafe Difabis Coffee and Tea, Pesantren Tahfiz Difabel, serta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
Sodik menyebutkan, BAZNAS RI juga telah melakukan dialog kemanusiaan dan pengelolaan zakat bersama pihak Kedutaan Besar Türkiye, termasuk audiensi dengan Atase Agama Kedutaan Türkiye pada Februari 2025 guna memperkuat sinergi dalam peningkatan kesejahteraan umat.
Dalam aspek kemanusiaan, lanjut Sodik, BAZNAS RI turut berperan aktif dalam penanganan bencana gempa di Türkiye pada 2023 dengan berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Türkiye di Indonesia dan AFAD untuk menyalurkan bantuan berupa dana, logistik, selimut, serta obat-obatan, sekaligus menerjunkan tim tanggap bencana ke lokasi terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menyoroti pentingnya kesinambungan program pemberdayaan di sektor pendidikan. Ia berharap sinergi dengan pemerintah Türkiye dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendukung optimalisasi program beasiswa pendidikan dan pengembangan Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB).
“Kami sangat berharap kolaborasi strategis ini terus berjalan secara berkelanjutan, terutama dalam memfasilitasi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta memperkuat program beasiswa dan operasional Sekolah Cendekia BAZNAS,” ujar Zainut.
Sementara itu, Duta Besar Republik Türkiye untuk Indonesia, Prof. Dr. Talip Küçükcan, menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia yang memiliki lembaga resmi negara dalam pengelolaan zakat dan dana sosial keagamaan seperti BAZNAS.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama multisektor melalui lembaga resmi di bawah pemerintah Türkiye, seperti Türkiye Diyanet Vakf? (TDV), T?KA, K?z?lay, dan AFAD. Audiensi tersebut turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS RI, Wakil Ketua, Kepala Divisi Pengumpulan Luar Negeri, Kepala Bagian Humas, serta Atase Agama Kedutaan Besar Türkiye di Indonesia.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Dirikan Empat Tenda Sekolah untuk Ratusan Anak di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengoperasikan empat unit tenda sekolah bagi anak-anak pengungsi di wilayah Az-Zawayda, Gaza Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons atas hancurnya fasilitas pendidikan formal akibat konflik yang berkepanjangan, sehingga kebutuhan akan ruang belajar darurat menjadi sangat mendesak.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut, kehadiran tenda sekolah ini sebagai bentuk komitmen berkelanjutan bangsa Indonesia dalam mendukung masa depan Palestina. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan semangat belajar anak-anak di tengah situasi sulit.
"Kami memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam situasi perang. Tenda-tenda ini adalah simbol harapan agar anak-anak Gaza tetap memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan," jelas Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Pembangunan sekolah darurat yang berlokasi di dekat Kamp "Ard Az-Zaitoun" ini disebutnya menampung sekitar 550 hingga 600 pelajar, baik laki-laki maupun perempuan. Fasilitas ini juga akan menerapkan sistem pendidikan formal dengan menggunakan kurikulum asli Palestina guna memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Menurutnya, selain materi akademik, sekolah ini juga membuka program tambahan berupa kelas pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sejauh ini telah diminati oleh sekitar 100 pendaftar. Sodik Mudjahid menegaskan, BAZNAS akan terus mengawal operasional sekolah ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh para pengungsi di wilayah Az-Zawayda dan sekitarnya.
“Pengawasan operasional di lapangan dilakukan langsung oleh mitra lokal, Darul Quran Alkarim Wassunah, guna menjamin distribusi bantuan dan proses belajar berjalan lancar. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan psikologis anak-anak Gaza melalui lingkungan sekolah yang aman dan terstruktur di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Sodik menjelaskan, untuk menjaga efektivitas belajar, jadwal kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi empat sesi berdasarkan gender dan tingkatan kelas, mulai dari jenjang SD hingga SMP. Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas empat unit tenda yang tersedia di lokasi pengungsian tersebut.
Kehadiran sekolah darurat ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh anak-anak di Gaza yang telah lama merindukan suasana belajar. Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti sekolah darurat saat anak-anak tersebut secara serempak meneriakkan orasi yang menegaskan identitas dan kehormatan bangsa mereka. Dengan suara lantang, mereka berseru, "Kemuliaan dan keabadian bagi para syuhada kita yang saleh dan Al-Quds milik kita"
Seruan ini menjadi bukti bahwa selain mengejar ilmu pengetahuan, sekolah darurat ini juga menjadi ruang bagi generasi muda Gaza untuk merawat ingatan dan harapan akan masa depan tanah air mereka Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Beri Santunan Bagi 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan santunan bagi 15 keluarga korban meninggal kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Selain bantuan tersebut, sebelumnya BAZNAS RI juga telah menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik seperti makanan ringan dan air minum juga turut disalurkan kepada para korban kecelakaan.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia menegaskan, BAZNAS memiliki mandat untuk hadir, termasuk dalam setiap kondisi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS.
“Untuk para korban yang wafat jumlahnya 15 orang, kami memberikan dukungan santunan berupa uang sebesar masing-masing Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri pemakaman korban kecelakaan kereta di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
“BAZNAS, sesuai dengan salah satu misi dan tugasnya, memiliki unit tanggap bencana. Tahun ini, kami juga menambah unit, yakni tanggap duafa. Dalam penanganan bencana, begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai dukungan,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, selain santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga memberikan bantuan kepada korban terdampak lainnya.
Sodik mengatakan, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap awal. BAZNAS juga membuka peluang dukungan lanjutan, khususnya bagi anak-anak yatim yang memenuhi kriteria dan membutuhkan perhatian lebih.
Sodik menuturkan, BAZNAS memiliki sejumlah program yang dapat diintegrasikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga pemberdayaan usaha kecil.
"Jika terdapat korban yatim dan kondisi rumah tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” kata Sodik.
Sodik juga memastikan, tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, termasuk BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, hingga PMI.
“Langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan untuk keluarga, Insya Allah pasti sudah berjalan, khususnya di DKI Jakarta. Tadi BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Jika ada kejadian seperti ini, pasti kita akan memberikan bantuan. Bantuan dalam konteks ini juga mencakup hingga proses pemakaman,” jelas Rano.
Sementara itu, anak dari korban kecelakaan, Halimah, yang merupakan istri dari amil BAZNAS RI, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan BAZNAS.
Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami,” ujar Halimah.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Terima Keppres, Kepengurusan Baru BAZNAS Siap Perkuat Peran Strategis Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima Surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan kepengurusan BAZNAS periode 2026 hingga 2031.
Keppres tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Ex Officio BAZNAS RI Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si., kepada Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama jajaran Pimpinan BAZNAS RI periode 2026-2031, di Gedung Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Turut dihadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Lembaga, dan Pembinaan Daerah Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Kajian, Inovasi, dan Perencanaan H. Ending Syarifuddin, M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan, komposisi kepengurusan saat ini merupakan kombinasi yang baik karena terdiri dari berbagai keahlian yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja dan memperkuat peran strategis BAZNAS.
“Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, terdiri dari berbagai unsur yang kompeten, baik dari sisi pemerintahan, keuangan, serta digitalisasi,” katanya.
Dengan komposisi tersebut, Sodik menegaskan, kepengurusan baru BAZNAS akan memfokuskan upaya pada penguatan peran zakat dalam pembangunan ekonomi umat sekaligus mendorong peningkatan nilai keadilan sosial.
Lebih lanjut, Sodik menegaskan, BAZNAS akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk sektor swasta. Kami memohon dukungan dari seluruh pihak agar upaya ini dapat berjalan dengan baik,” kata Sodik.
Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Fatoni menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial di Indonesia.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, BAZNAS mampu menghadirkan terobosan-terobosan strategis dalam pengelolaan zakat untuk semakin meningkatkan kemaslahatan umat.
“Dalam empat tahun ke depan, kami berharap BAZNAS dapat melakukan terobosan-terobosan strategis, sehingga program pemberdayaan benar-benar memberikan manfaat nyata,” kata Fatoni.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Bantuan 15.000 Paket Sembako BAZNAS Diterima Masyarakat Palestina
Bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dari masyarakat Indonesia berupa 15.000 paket sembako telah diterima masyarakat Gaza, Palestina.
Masyarakat Gaza menyambut dengan bahagia dan penuh haru bantuan paket sembako BAZNAS. Sebelumnya, bantuan tersebut telah dilepas secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI pada Februari 2026 sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia dalam membantu rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis berkepanjangan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI sekaligus Sekretaris Satgas Palestina, Dr. KH. Subhan Cholid, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan di Gaza.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses pengiriman dan koordinasi lintas negara yang panjang, bantuan yang berasal dari masyarakat Indonesia akhirnya tiba dan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Gaza,” ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Subhan menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut melibatkan kerja sama dengan mitra internasional, seperti Misr Alkhoir di Mesir, guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara tepat.
“Bantuan tersebut adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus segera kami (BAZNAS) distribusikan secara bertanggung jawab melalui mitra terpercaya di lapangan. Kami memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada seluruh pihak yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Subhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung proses penyaluran bantuan tersebut, mulai dari para muzaki, para amil hingga mitra di lapangan.
Ia menegaskan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan perannya sebagai lembaga pengelola zakat nasional dalam menyalurkan amanah masyarakat Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina secara berkelanjutan.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS RI
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memfasilitasi tata kelola dam utk para jemaah haji Indonesia yang akan membayarkan dam nya di tanah air.
Hal ini akan memberikan dampak dan manfaat peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok negeri. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa baznas dan kemenhaj sama sama sebagai bagian dari pemerintah. Pengelolaan ibadah haji berada di bawah Kemenhaj, sementara layanan dam di dalam negeri difasilitasi secara maksimum oleh BAZNAS. Walo begitu,kemenhaj juga membuka kesempatan bagi lembaga lain spt LAZ dan KBIH untuk turut berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya dapat berjalan secara kolaboratif dan inklusif.
“Tata kelola dam oleh BAZNAS, bukan tahun pertama, dan kami telah memiliki prosedur dan standar pengelolaan yang tertib, mulai dari fasilitas pembayaran hingga penyalurannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan,Baznas terus melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen dam haji,dengan memastikan transparansi dalam seluruh proses tersebut, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang dapat diakses oleh jemaah. “kami juga menerbitkan sertifikat bagi mudhohi. Lebih dari itu,pelaksanaan dam ini tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga berdampak ekonomi karena melibatkan peternak UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemenhaj yang memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam penunaian dam haji, baik dilakukan di Tanah Air maupun di Tanah Suci.
Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat inklusif karena melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan.
“Ke depan, kerja sama tidak hanya pada aspek dam, tetapi juga mencakup zakat, infak, dan sedekah dari para calon jemaah maupun mereka yang telah menunaikan ibadah haji, tentu tetap dalam batas-batas anjuran dan mengikuti syariat dan azas mabfaat.
Maka dari itu kami agar para jemaah yang ibadah haji nya dikelola oleh lembaga pemerintah,maka dalam pengelolaan dam nya juga dipercayakan dan dibayarkan kpd lembaga resmi pemerintah yakni BAZNAS ” katanya.
BERITA10/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan STACO Libya Bahas Peluang Kolaborasi Program Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan dari organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak saling berbagi inspirasi mengenai program pemberdayaan hingga rencana kolaborasi dalam program bantuan kemanusiaan.
Pimpinan BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., mengaku senang dengan kunjungan STACO yang dinilai memiliki keselarasan visi dalam misi kemanusiaan global. Ia mengapresiasi rekam jejak lembaga tersebut yang telah mengimplementasikan berbagai program kemanusiaan lintas negara.
"Hari ini kita kedatangan delegasi dari STACO dari Libya. Kita sangat senang, kita sangat bahagia bisa mendengarkan bagaimana teman-teman Libya punya program yang sangat bagus untuk membantu masyarakat Libya dan juga masyarakat Islam di negara lain," jelas Mahdum.
Menurutnya, dalam pertemuan ini, STACO mengajak BAZNAS RI untuk bersinergi tidak hanya terbatas pada bantuan domestik, tetapi juga menyasar visi kemanusiaan yang lebih luas. STACO secara khusus mengajak BAZNAS untuk berkolaborasi dalam menangani isu-isu umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti pembangunan masjid di Brasil, bantuan untuk penyintas bencana banjir Libya, hingga bantuan bagi pengungsi di Sudan.
Sebagai langkah konkret awal, ia menyebut akan segera menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir di Libya melalui koordinasi bersama pihak STACO. BAZNAS juga membuka ruang diskusi yang lebih luas di tingkat dewan pimpinan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur religi seperti yang telah dilakukan STACO di berbagai negara.
“Kami memiliki prinsip bahwa burung yang sama akan hinggap di pohon yang sama. Jadi jika kita memiliki niat baik, niat yang sama, insyaallah akan sangat mudah bagi kita untuk bekerja sama," ujar Mahdum.
Mahdum berharap sinergi yang akan terjalin ini dapat menjadi contoh bagi institusi zakat dan kemanusiaan lainnya bahwa problematika umat tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menegaskan, setiap tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh umat Islam di tingkat global merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kolaborasi tanpa batas negara.
"Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri," tuturnya.
Sementara itu, Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan, mengatakan pihaknya mengajak BAZNAS RI untuk bersinergi dalam gerakan kemanusiaan khususnya penanganan pascabencana bagi pengungsi banjir Kota Derna di Libya. Ia juga menawarkan kolaborasi untuk pengembangan infrastruktur pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di Libya.
Dalam rencananya, STACO akan mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan, lengkap dengan fasilitas asrama mahasiswa yang terintegrasi untuk menyatukan komunitas pelajar Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai wilayah seperti Tripoli dan Zliten.
“Dan mengingat lembaga kalian sekarang memberikan beasiswa kira-kira tahun ini 50 mahasiswa, saya mengusulkan, mengingat kita insyaallah akan bekerja untuk mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi, insyaallah, dengan izin Allah jika tidak ada hambatan, akan dimulai tahun depan,” ujarnya.
Selain di Libya, kolaborasi ini juga diproyeksikan merambah ke ranah internasional dengan rencana pembangunan pusat Islam dan masjid di Brasil. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab serta memperluas syiar Islam di Amerika Latin.
“Program-program adalah ide-ide yang mungkin dengan diskusi detail berubah menjadi proyek-proyek nyata dan konkret. Kami mengusulkan penandatanganan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia di Libya setiap tahunnya agar ada keberlanjutan selamanya,” tuturnya.
Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Kabiro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, Kabiro Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, beserta jajaran.
Pihak delegasi STACO yang dipimpin Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan, didampingi Head of Operation and Donor Affairs STACO, Mohammed Abdelbaset Moktar Eshkal, perwakilan KBRI Tripoli Abdul Majid, serta jurnalis media online Amin Alhadi dan jurnalis Libya TV Almed Eltaher.
BERITA10/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Kolaborasi dan Koordinasi untuk Sejahterakan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam pengelolaan zakat melalui kegiatan Silaturahmi Halal Bihalal: Fundraising 1447 H bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis pasca-Idulfitri untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat secara nasional.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid M.Sc., mengatakan, penguatan kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi yang matang, mulai dari penguatan sumber daya manusia, inovasi fundraising, hingga program pemberdayaan yang tepat sasaran.
“Melalui momentum halal bihalal ini, BAZNAS mengajak seluruh LAZ untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam fundraising. Potensi zakat yang besar harus diiringi dengan strategi, SDM, dan program yang terarah agar memberikan dampak maksimal bagi umat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menekankan pentingnya membangun ekosistem zakat yang terintegrasi dan berbasis data agar pendistribusian lebih dirasakan manfaatnya oleh mustahik.
“Kita perlu merumuskan langkah bersama dalam penguatan regulasi dan ekosistem zakat. Penggunaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi kunci agar zakat dapat disalurkan secara tepat, khususnya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan literasi zakat di masyarakat guna meningkatkan pemahaman serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. "Mudah-mudahan sinergi BAZNAS dan LAZ ini semakin kuat, karena judulnya adalah Zakat Menguatkan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, Ph.D., menyampaikan, selain optimalisasi penghimpunan, diperlukan grand design pendistribusian zakat yang berorientasi pada dampak dan selaras dengan SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“Kita tidak hanya berbicara tentang potensi, tetapi juga bagaimana zakat didistribusikan secara strategis. Perlu ada desain besar yang mengarah pada kemaslahatan umat dan sejalan dengan SDGs,” ungkapnya.
Dari sisi LAZ, perwakilan Rumah Zakat menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS dalam membangun ruang kolaborasi yang inklusif antar lembaga zakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan, karena banyak manfaatnya bagi kita semua. Ke depan kami berharap baik itu program maupun kegiatan bisa terus dikolaborasikan,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi ini, BAZNAS dan LAZ Nasional berkomitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas demi mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat peran zakat dalam pembangunan Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan ini Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, Ph.D., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua Badan Pengurus LAZISMU Ahmad Imam Mudjadid Rais, M.I.R., serta perwakilan lebih dari 50 LAZ Nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.
BERITA10/04/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kota Tasikmalaya Sidang Mudzakarah dan Istinbath Dam Haji
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan sidang Mudzakarah dengan tema kedudukan hukum pelaksanaan Dam Haji/Hadyu. Sidang Mudzakarah dihadiri Wali Kota Tasikmalaya yang diwakili Kabag Kesra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya; Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, Ketua Forum Komunikasi KBIHU Kota Tasikmalaya; Hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya, Rais dan Katib PC Nahdlatul Ulama (NU), Ketua PD Muhammadiyah dan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, 8. PD Persatuan Ummat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya. Hadir dari akademisi Universitas Siliwangi, Rektor Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya, Wakil Rektor Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT); Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya. Dalam rapat tersebut dibuat kesepakatan bersama tentang pelaksanaan Surat Edaran (SE) Kementerian Haji dan Umrah No. S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran Dam di Kota Tasikmalaya bertempat di Kantor BAZNAS Kota Tasikmalaya. Tiga poin penting :
1. Mengacu pada (a) Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah No. S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran Dam, (b) Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tentang Pengalihan Penyembelihan Dam ke Tanah Air tertanggal 13 Maret 2026, dan (c) Keputusan Bahtsul Masa'il PCNU Kota Tasikmalaya No 025/LBMNU/Kota Tasikmalaya/X1/2025 tentang Hukum Penyembelihan dan Pendistribusian Dam Haji/Hadyu di Indonesia maka majelis mendukung penuh kebijakan pemerintah serta hasil keputusan yang ada; 2. Setelah melakukan mudzakarah, Majelis menetapkan kesepakatan bersama sebagai berikut: "Jemaah haji diberikan kebebasan untuk memilih membayar dam/hadyu sesuai keyakinan dan kemudahan, yakni (a) membayar dam/hadyu di Tanah Suci melalui adahi atau (b) membayar dam di dalam negeri";
3. Menganjurkan dan Mengajak kepada Jemaah Haji asal Kota Tasikmalaya untuk menitipkan Dana Dam/Hadyu kepada BAZNAS atau Lembaga Resmi Lain di Kota Tasikmalaya dengan prinsip sebagai berikut: a. Lembaga Tersebut berada di Kota Tasikmalaya dan diawasi oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, KBIHU, Ormas Islam dalam mengelola Dam/Hadyu; b. Lembaga dimaksud mengelola (membeli, menyembelih, mendistribusikan dan melaporkan) Dam/Hadyu sesuai syar'i dan secara profesional dengan prinsip akuntabel, auditable, transparan dan bertanggung jawab dan dibuktikan dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku; c. Memastikan distribusi Daging Dam/Hadyu tepat sasaran dan dapat Membantu mengurangi kemiskinan di Kota Tasikmalaya.
4. Mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Republik Indonesia untuk segera menerbitkan fatwa tentang pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian Dam/Hadyu di Indonesia. "Sebagai akademisi Hukum Islam dari Universitas Siliwangi, saya menilai kesepakatan ini sebagai langkah progresif yang mengintegrasikan regulasi pemerintah, peran ulama, dan kelembagaan seperti BAZNAS dalam pengelolaan Dam/Hadyu," ujar, DR. H. Acep Zoni Saeful Mubarok, M.Ag. Hal tersebut menunjukkan fleksibilitas hukum Islam dalam menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat tata kelola yang profesional dan akuntabel. "Memang, terdapat sebagian ulama yang tidak sepakat dengan penyembelihan Dam di tanah air dengan dasar yang dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. Namun, dalam perspektif maqashid al-syari‘ah, ijtihad baru ini tetap memiliki dasar kuat selama menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. Perbedaan pandangan tersebut adalah hal yang wajar dalam khazanah fiqh dan harus dihargai serta dihormati. Dengan pengelolaan melalui BAZNAS dan lembaga resmi, kebijakan ini berpotensi besar dalam penguatan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan melalui distribusi yang tepat sasaran.
BERITA01/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Tasikmalaya
Warga Binaan dan Pegawai Lapas Kelas II B Tasikmalaya Laksanakan Penuaian Zakat Fitrah dan Pembayaran Sedekah
Senin, 16 Maret 2026. Warga binaan bersama pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya melaksanakan kegiatan penuaian zakat fitrah dan pembayaran sedekah bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan, khususnya dalam momentum Ramadan. Dalam suasana tertib dan khidmat, warga binaan dan pegawai secara sukarela menunaikan kewajiban zakat fitrah serta melakukan pembayaran sedekah.
Pihak Lapas Kelas II B Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual warga binaan. “Melalui penuaian zakat fitrah dan pembayaran sedekah ini, kami berharap warga binaan dapat semakin memahami nilai-nilai keagamaan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar perwakilan Lapas.
Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter, khususnya dalam menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di lingkungan Lapas.
Dana yang terhimpun dari zakat fitrah dan sedekah selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), khususnya di wilayah Kota Tasikmalaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, baik di kalangan warga binaan maupun pegawai Lapas.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Tasikmalaya
BAZNAS Kota Tasikmalaya Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an dan Safari Ramadhan Bersama Pemkot Tasikmalaya
BAZNAS Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kota Tasikmalaya yang dirangkaikan dengan Safari Ramadhan, bertempat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, pimpinan BAZNAS Kota Tasikmalaya serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Wali Kota Tasikmalaya menyerahkan berbagai bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Tasikmalaya.
Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Wali Kota Tasikmalaya bersama Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya menyerahkan sejumlah bantuan kepada para penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Tasikmalaya tersebut meliputi paket Peduli Ramadhan untuk masyarakat, beasiswa BAZNAS dalam negeri bagi mahasiswa, serta bantuan bagi lembaga keagamaan di Kota Tasikmalaya.
Selain penyaluran bantuan, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penunaian zakat secara langsung oleh pimpinan daerah, yang berasal dari unsur Forkopimda dan para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Momentum ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
Kegiatan semakin khidmat dengan dilaksanakannya khataman Al-Qur’an oleh masyarakat Kota Tasikmalaya, sebagai bentuk rasa syukur dan upaya meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya pada momentum peringatan Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kegiatan Safari Ramadhan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat untuk semakin aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Tasikmalaya
Gerakan Ekonomi Umat, BAZNAS RI Hadirkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota se-Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program ZIfthar sebagai sarana konsolidasi dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM binaan BAZNAS selama bulan suci Ramadan. Peresmian program ini dipusatkan di Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta, pada Kamis (26/2/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ZIfthar merupakan langkah strategis untuk memberikan panggung bagi produk-produk UMKM agar lebih dikenal luas oleh konsumen di saat kebutuhan pangan meningkat selama Ramadan. Program ini serentak dijalankan di 30 titik yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota dan 11 Provinsi di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin memberikan sirkulasi ekonomi nyata bagi mereka selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik binaan,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, seluruh stand yang ada di ZIfthar diberikan secara gratis kepada pelaku usaha tanpa pungutan biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal dan perbaikan kemasan (packaging) agar produk mereka memiliki daya saing tinggi dan potensi pesanan berulang (repeat order) pasca Ramadan.
Dampak positif program ZIfthar ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM binaan. Sinta, pemilik "Dapur Bunda Sinta", mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ZIfthar tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menambah basis pelanggan barunya.
“Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Produk unggulan saya seperti tapai ketan dan es kopyor kini makin banyak yang kenal dan pesan lewat WA. Harapannya kegiatan ini terus diadakan setiap tahun oleh BAZNAS,” ungkap Sinta.
Senada dengan Sinta, Rosdiana, UMKM binaan lainnya, mengaku sangat bersyukur atas fasilitas lokasi yang strategis dan bantuan modal yang diberikan. “Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan alhamdulillah hampir habis semua. Selain dapat stand gratis, kami juga dibantu dana operasional dari BAZNAS,” jelas Rosdiana.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., serta Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo. Turut hadir pula Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz, Sekretaris Kecamatan Matraman Ibnu Fajar, S.T., M.T., dan Sekretaris Kelurahan Kebon Manggis Sigit Priyono, S.Sos.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin
?Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut telah didistribusikan kepada warga sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah cuaca dingin ekstrem.
?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, distribusi selimut ini menjadi prioritas mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga Gaza yang mengalami kerusakan berat.
?"Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah," tutur Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).
?Menurut Saidah, aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga yang saat ini bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi.
Saidah juga menegaskan, BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari rakyat Indonesia sampai ke tangan yang tepat.
?"BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza," katanya.
?Lebih lanjut, Saidah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. Ia meyakinkan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola dengan tepat sasaran.
?"Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," jelasnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS RI
Berkah Ramadan untuk Palestina, BAZNAS RI Bagikan Hidangan Berbuka di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan bagi masyarakat Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis. Sebanyak 1.314 paket hidangan berbuka di wilayah Gaza, Palestina.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan, pendistribusian hidangan berbuka ini merupakan prioritas utama BAZNAS agar warga Palestina dapat berbuka puasa dengan asupan nutrisi yang layak di tengah kondisi sulit.
“Pada Ramadan ini, kebutuhan pangan di Gaza menjadi berkali lipat lebih krusial. Melalui paket hidangan berbuka ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana tetap memiliki kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan merasakan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Ia menekankan, pendistribusian ini merupakan langkah taktis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga Gaza di tengah keterbatasan akses logistik selama bulan Ramadan.
“Paket bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya menyalurkan bantuan secara konsisten guna memastikan kebutuhan dasar warga Gaza terpenuhi selama menjalankan ibadah puasa di situasi yang sulit ini,” tegas Kiai Noor.
Kiai Noor menambahkan, meskipun penyaluran logistik di wilayah Gaza mendapat tantangan karena situasi yang belum stabil, BAZNAS terus berkoordinasi dengan mitra-mitra kemanusiaan di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat.
“Ramadan adalah bulan berbagi dan peduli. Kami berupaya agar kehadiran BAZNAS di Gaza dapat meringankan duka mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sehingga mereka tetap bisa berbuka dengan layak,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," tegasnya.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.
Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.
Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.
Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kota Tasikmalaya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M
Bertempat di Sekretariat BAZNAS Kota Tasikmalaya Jalan H.Z. Mustofa Ruko Graha C7 Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, pada Rabu (23 Sya’ban 1447 H / 11 Februari 2026 M) telah dilaksanakan Musyawarah Penetapan Besaran Zakat Fitrah Tahun 1447 H / 2026 M.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya, BAZNAS Kota Tasikmalaya, serta perwakilan Organisasi Masyarakat Islam Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil musyawarah, disepakati beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Besaran Zakat Fitrah Tahun 1447 H / 2026 M adalah sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras, sesuai dengan Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa MUI Nomor 65 Tahun 2022
2. Zakat fitrah dianjurkan dibayarkan dalam bentuk beras, dan apabila dibayarkan dalam bentuk uang ditetapkan sebesar Rp37.500,- (Tiga Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah) per jiwa
3. Masyarakat Kota Tasikmalaya dianjurkan untuk menunaikan Program Tasik Bersedekah sebesar Rp2.000,- (Dua Ribu Rupiah) per jiwa
4. Besaran fidyah ditetapkan sebesar 1 mud (± 6,7 ons) beras per hari.
Hasil musyawarah tersebut telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh masing-masing perwakilan yang hadir sebagai bentuk kesepakatan bersama.
Dengan adanya penetapan ini, diharapkan masyarakat Kota Tasikmalaya dapat menunaikan zakat fitrah, fidyah, dan sedekah secara tepat waktu dan sesuai ketentuan syariat, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 H dapat berjalan dengan penuh keberkahan serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA11/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Tasikmalaya
Bantu Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Anggota Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS RI
Anggota Komisi VIII DPR RI lintas fraksi memberikan apresiasi atas kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang dinilai semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta penanganan persoalan sosial dan kebencanaan di Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, S.E. (Fraksi Gerindra) menilai penyaluran dana BAZNAS telah tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami melihat penyaluran dana BAZNAS, baik untuk fakir miskin maupun daerah bencana, benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Karena itu kami tidak heran jika penerimaan BAZNAS terus meningkat. Kerja keras ini mohon dijaga dan dipertahankan. Saya memberikan dua jempol untuk BAZNAS,” ujar Husni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama BAZNAS RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus (Fraksi Golkar). Ia menilai kinerja BAZNAS menunjukkan capaian yang sangat positif, baik dari sisi program maupun peningkatan anggaran.
“Tidak bisa dipungkiri, kerja BAZNAS luar biasa. Peningkatan anggarannya juga sangat signifikan. Keberadaan BAZNAS sangat dirasakan, terutama dalam berbagai kerja sama dan program yang telah dijalankan,” kata Hasan Basri Agus.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa) mengapresiasi sinergi lintas lembaga dalam penanganan persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, hingga BAZNAS, dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
“BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian, negara hadir untuk memperkuat zakat, infak, dan sedekah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat,” ujar Kiai Noor.
Ia juga menyampaikan progres bantuan pemulihan pascabencana di Sumatera pada bidang sosial keagamaan yang telah mencapai Rp80,5 miliar.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Ansory Siregar, Lc. menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan kolaborasi antar lembaga dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
Ia mendorong Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, dan BAZNAS untuk terus memperkuat sinergi agar penanganan bencana dan persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih efektif dan terpadu.
RDP Komisi VIII DPR RI tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, antara lain Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. Dr. H. Zainulbahar Noor, S.E.M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, serta jajaran pimpinan dan deputi BAZNAS RI lainnya.
BERITA04/02/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS Tanggap Bencana Terus Lakukan Evakuasi dan Penanganan Darurat Longsor Bandung Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Longsor yang dipicu hujan deras sejak siang hingga malam hari, mengakibatkan luapan air bercampur material lumpur dan tanah menimbun permukiman warga dan menyebabkan kerusakan parah. Bukan hanya itu, bencana ini juga menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 27 orang masih dalam pencarian.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Saidah menekankan, BAZNAS akan memberikan perhatian besar dan akan terus mendampingi penanganan hingga masa tanggap darurat selesai.
Saidah juga menyampaikan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama unsur gabungan aktif terlibat dalam proses evakuasi korban, khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak dan membawa mereka ke lokasi yang lebih aman.
“Sampai hari ini Tim BTB masih di lapangan membantu evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh petugas dan warga,” kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Saidah menjelaskan, berdasarkan data sementara tercatat sekitar 48 unit rumah mengalami kerusakan berat dan 48 unit rumah lainnya terdampak langsung bencana longsor. Termasuk satu unit tempat ibadah turut terdampak akibat bencana ini.
Selain membantu layanan evakuasi, kata Saidah, BAZNAS juga memberikan layanan Dapur Air guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan juga para relawan yang bertugas.
Saidah mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Proses penanganan darurat akan terus dilakukan secara intensif dan terkoordinasi bersama seluruh pihak terkait, seiring dengan data dan kondisi lapangan yang bersifat dinamis,” ujarnya.
Saidah menambahkan, sebagai bagian dari respon darurat, BAZNAS Tanggap Bencana turut mendukung operasional posko utama yang berlokasi di Kantor Desa Pasirlangu serta titik pengungsian di Aula Desa dan GOR Desa Pasirlangu. Dukungan yang diberikan meliputi koordinasi lapangan, pendampingan evakuasi, serta pemantauan kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.
BERITA03/02/2026 | BAZNAS RI
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengangkat tagline Zakat Menguatkan Indonesia untuk tahun 2026, termasuk di bulan Ramadan ini. Tagline tersebut menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan di Indonesia, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana.
Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026, Zakat Menguatkan Indonesia" yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam menjadikan zakat sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.
Sebagai contoh, Kiai Noor menyoroti peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya.
“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.
Sejalan dengan itu, Kiai Noor menilai, semangat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Pada momentum tersebut, zakat, infak, dan sedekah menjadi mesin penggerak kesejahteraan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, arah kebijakan BAZNAS pada 2026 akan difokuskan pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tahap tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. “Sejumlah program pemulihan pascabencana sudah kami siapkan dan sebagian telah berjalan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, serta Kembali ke Masjid,” jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah wilayah yang masih menghadapi risiko bencana tinggi, seperti di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.
Selain kebencanaan, jelas Kiai Noor, BAZNAS juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menguatkan Indonesia dari akar rumput.
Kiai Noor berharap, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi seruan bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM, beserta para amil dan amilat BAZNAS.
BERITA02/02/2026 | BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →